THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

The AirMP3

free mp3 downloads

I said

moving on to bilingual, i guess... still studying english, though... please understand... lol

2009/02/19

Kebijakan Jam Masuk 6.30

Saya sebagai siswa mengaku sangat tidak menyetujui kebijakan jam masuk (pukul 6.30 pagi) yang telah diterapkan oleh Pemda Jakarta ini. Setiap harinya saya bangun dengan segenap kantuk, pegal, lelah yang masih menempel pada tubuh, saya juga harus berusaha tidur lebih awal padahal masih ada tugas/ulangan yang harus dipersiapkan untuk esok hari, tidak mungkin juga saya mempersiapkannya di siang hari karena les-les serta bimbel khusus persiapan untuk Ujian Nasional serta Ujian Sekolah mendatang. Di weekend, saya juga masih memiliki beberapa kegiatan, dan tidak jarang juga harus mengerjakan tugas yang tertunda sebelumnya sehingga hanguslah dua hari yang biasa saya gunakan untuk melepas lelah setiap minggunya. Sudah berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, yang bahkan terasa berabad-abad jika sedang tertimpa akibat-akibat kebijakan jam masuk itu saya merasakannya. Menurut saya, pemerintah sudah kelewat sadis memberlakukan peraturan semacam ini. Pasalnya, lebih dari 60% Negara di seluruh dunia menetapkan jam masuk sekolah (SD/SMP/SMA) di atas pukul 8.00 pagi dan pulang di bawah pukul 2.00 siang. Tidakkah terpikirkan betapa kejamnya sistem pendidikan di Indonesia (terutama Jakarta) yang menetapkan jam masuk pada pukul 6.30 pagi, dan jam pulang yang biasanya di atas pukul 2.00 siang (terutama bagi SMP dan SMA) dengan alasan mereka menjadi penyebab kemacetan? Sampai detik ini pun saya belum melihat banyak kemajuan dari kelancaran berlalu lintas di Jakarta walaupun kami, para siswa sudah banyak berkorban. Malahan saya lebih sering menjumpai kemacetan di daerah sekolah sekarang. Menurut saya, kebijakan itu dibuat tanpa memikirkan kondisi anak-anak sekolahan sekarang yang tingkat stresnya bahkan diketahui 300% lebih tinggi dari anak-anak sekolah generasi lalu, juga sangat tidak adil dan egois, hanya menguntungkan segelintir orang dan merugikan calon-calon penerus bangsa yang setiap harinya meneteskan keringat untuk belajar keras, serta tidak efektif, tidak menghargai usaha para siswa, dan benar-benar dibuat tanpa didasari kehidupan anak-anak sekolahan.

Saya beri contoh di kehidupan saya, setiap Senin dan Rabu, saya baru bisa kembali ke rumah setelah pukul 6.00 sore karena les serta acar sekolah. Di Selasa, Kamis, dan Jumat, ada bimbingan belajar yang harus saya jalani untuk persiapan Ujian Nasional yang juga kebijakan pemerintah (walau bukan pemda DKI) sehingga saya baru mencapai rumah pukul 8.00 sore atau lebih (pukul 6.00 untuk Jumat). Di Sabtunya, sekolah saya mengadakan semacam ‘pra-UN’ sehingga bertambahlah bimbel saya. Setelah itu pun saya masih harus les musik sampai pukul 1.00 siang. Biasanya ada saja acara setelah itu setiap minggunya, entah pernikahan keluarga, atau kompetisi sekolah, sampai survey calon SMA yang akan saya masuk, sehingga kira-kira paling cepat saya baru bisa istirahat di rumah pukul 3.00 siang. Di hari Minggu, ada les olagraga yang memaksa saya untuk tidak beristirahat sampai pukul 1.00 siang. Hari Minggu juga merupakan hari yang sibuk karena setelah itu, tidak jarang acara-acara yang harus saya hadiri digelar hari itu. Pulangnya, saya seringkali harus mengerjakan tugas yang tidak sempat diselesaikan di weekdays. Saya yakin sangat banyak anak-anak sekolahan Jakarta yang lebih stress dibandingkan dengan saya saat dicanangkannya peraturan jam masuk baru ini. Jadi saya sangatlah menghargai siapapun atau apapun yang memuat berbagai berita, artikel, dll. tentang hal seperti ini.

Saya rasa demikian ‘curhat’ saya, kesempurnaan hanya milik Allah, kekurangan hanya milik kita makhluknya termasuk diri saya. Terima kasih sekali bagi para pembaca.

Ps.
Artikel ini sengaja gw buat pake bahasa lebih formal dari biasanya. Anak-anak clst pasti kaget gw pake kata-kata kayak gitu, tapi ya kita emang harus punya beberapa ‘persona’ dalam menjalani hidup ini.

2 comments:

galleryofnaru mengatakan...

wii mantep tulisanlo ha ha

Ryochiiki mengatakan...

emang tuh tumben menggunakan bahsa yang baik dan benar